Friday, December 23, 2011

Natal...


Natal. Selalu syahdu. Damai. Tentram. Pikiranku mengembara ke masa lalu. Saat-saat sibuk turut andil dalam misa natal di gereja. Saat jadi rebutan panitia natal akankah aku jadi lektor atau ikut koor natal. Lalu aku memilih keduanya. Saat lektor belum memakai jubah, aku boleh bernyanyi di bangku koor menyemarakkan natal. Senang rasanya aku dibutuhkan. Semuanya untuk Tuhan, bukan untuk mendapatkan puja-puji semata.

Lalu, seusai misa, bersama keluarga dan teman-teman berkumpul bersama dalam kedamaian. Tertawa, hangat dan penuh ceria. Larut dalam kebersamaan.

Saat-saat memasang pohon natal bersama keluarga juga merupakan momen yang paling indah.

Natal itu sendiri, bagiku berarti kedatangan tamu istimewa. Tamu bukan sembarang tamu, tamu agung yang adalah Tuhan sendiri yang mau menjelmakan diri menjadi manusia biasa, lahir di kandang domba bukan di hotel yang megah layaknya seorang raja. Tuhan mau merendahkan dirinya, mengunjungi manusia yang penuh dosa dan cela. Siapakah aku ini hingga Tuhan sendiri berkenan hadir ?

Melalui adven, kita mempersiapkan diri untuk menyambut tamu agung. Menyiapkan hati bukan sekedar baju baru atau pesta natal yang semarak. Apakah kita sudah layak didatangi tamu agung ? Sepertinya tidak akan pernah layak, namun Tuhan tidak memandang kita siapa..Dia datang untuk membawa terang..membawa kedamaian..membawa perubahan..

Selamat Natal 2011 dan Tahun Baru 2012...


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...